DOKUMENTASI – Seminar Nasional Islam 1436 H

[vc_column_text width=”1/1″ el_position=”first last”]

Seminar Islam Nasional 1436 H

pamflet KTI 1

Tema : “Membangun Peradaban melalui Pemberdayaan Teknologi Maritim”

Masyarakat madani secara teoritis didefenisikan sebagai masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada : nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang oleh keimanan, bersikap terbuka dan demokratis serta gotong royong dalam menjaga kedaulatan negara. Fakta kondisional masyarakat Indonesia di masa kini terikat dalam ukhuwah Islamiyyah (ikatan keislaman), ukhuwah wathaniyyah (ikatan kebangsaaan), dan ukhuwah basyariyyah (ikatan kemanusian) dalam bingkai NKRI.

Indonesia sebagai Zamrud khatulistiwa, sebagai benua maritim, paru-paru dunia, dengan biodiversitas yang melimpah, sumber daya alam di darat maupun di laut, secara geografis dalam demografis memperlihatkan fakta empiris kekayaan alam. Di abad globasisa seperti zaman sekarang ini teknologi maritim sangat relevan dalam membangun peradaban, dimana teknologi maritim sendiri sangat memberikan kemudahan dalam pemanfaatan dan pengelolahan sumberdaya laut serta menjadi solusi dalam hal transportasi dimana semakin sesak dan padatnya daratan Indonesia.

Sejarah mencatat bangsa Indonesia sudah dikenal dunia sebagai bangsa maritim yang memiliki peradaban maju. Bahkan, bangsa ini pernah mengalami masa keemasan sejak awal abad masehi. Menggunakan kapal bercasik, mereka berlayar mengelilingi dunia dan menjadi bangsa yang disegani.

Dalam sejarah Islam pula teknologi maritim sudah ada sejak zaman nabi Nuh alaihissalam. Beliau bersama pengikut risalah beliau membuat sebuah kapal raksasa yang mampu mengangkut seluruh ummat manusia pada waktu itu diikuti oleh hewan yang berpasang-pasangan. Apa yang dilakukan nabi Nuh alaihissalam pada awalnya mendapat banyak kritikan dari kaumnya, bahkan beliau dikatakan orang gilakarena membuat sebuah kapal raksasa di puncak gunung yang menurut logika mereka tidak ada kapal yang berlayar diatas gunung. Mereka semua mencela, tapi nabi Nuh sedikit pun tidak bergeming karena hal tersebut adalah perintah Allah ‘azza wa jalla.

Sejarah lainnya dari teknologi maritim dalam perdabann Islam adalah kisah penaklukan benteng kontantinopel oleh sultan muhammad al-fatih. Dimana beliau dan pasukannya dalam satu malam mampu memindahkan sekitar 70 unit kapal perang dari laut Bosporus menuju Golden Horn melalui jalur darat. Sebuah strategi perang yang terdengar mustahil namun telah dicatat dalam sejarah umat manusia sebagai strategi perang terbaik.

Sekilas fakta sejarah masa silam diatas, cukup memukau dan mampeu menggambarkan bagaimana peradaban kaum muslimin di bidang maritim layak diperhitungkan. Bagaimana dengan kondisi sekarang ? apakah kaum muslimin masih bisa kembali membangun peradaban berbasis nilai-nilai maritim? Seminar Islam Nasional 1435 H yang diselenggarakan UKM LDK MPM Unhas bekerjasama dengan BEM STIBA Makassar yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 2 November 2014, pukul 08.00 – 12.00, di Gedung Baruga AP. Pettarani Unhas.

Diharapkan mampu membuka wawasan dan cakrawala peserta untuk membangun peradaban Islam dengan teknologi maritim dimasa sekarang ini.

Selamat menikuti kegiatan dengan seksama

Jazakumullahu khairan.


MPMUnhas.org – Ahad, 02 November 2014/09 Muharram 1436 H, UKM LDK MPM Unhas bekerjasama dengan BEM STIBA Makassar, menyelenggarakan kegiatan akbar yaitu Seminar Islam Nasioanal dengan tema “Membangun Peradaban Melalui Pemberdayaan Teknologi Maritim”, menghadirkan narasumber Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng (Ahli kapal selam Indonesia, Peraih penghargaan BJ Habibie Teknologi Award,dll) akan membahas “Teknologi Maritim sebagai Dasar Kekuatan Peradaban” dan juga Ust.Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A (Dosen UGM, Ketua MIUMI Daerah Yogyakarta, Pembina Pondok Manidah,ll) membahas judul “Jejak Maritim Islam dalam Membangun Peradaban”.

Kegiatan yang berlangsung di gedung terbesar Unhas, Gedung Audiotorium A.P. Pettarani terlihat penuh dengan kehadiran peserta sebanyak lebih dari 2000 orang. Mayoritas peserta berasal wilayah sulawesi, namun ada juga berasal dari Jawa dan Sumatera datang sebagai peserta paa seminar tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur STIBA Makassar, Muh. Yusran Anshar, Lc., M.A, Dosen-dosen Unhas dan STIBA beserta pembina LDK MPM Unhas.

Panitia penyelenggara menyediakan fasilitas diantaranya Sertifikat, Hand Out materi, pin dan snack zazil dengan kontribusi Rp 15.000 (Akademisi) dan Rp 20,000 (Umum) serta Doorprize berupa flashdisk dan Handphone Android. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Dr. H. Abd. Hamid Habbe, SE., M.Si mengatar peserta ke pokok pembahasan yang akan disampaikan oleh kedua Narasumber, kemudian pemaparan materi dipandu oleh Dr. Kusno Kamil, M.Eng., Ph.D.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik inpirasi bagi kaum muslimin, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang mampu membangun dan memimpin peradaban umat Islam. Dibagian akhir pelaksana kegiatan memperkenalkan profil dan juga program-program LDK MPM Unhas, mengajak agar peserta berpartisipasi aktif. Selain itu juga mengajak dan memfasilitasi setiap peserta untuk belajar Islam yang intensif untuk membekali diri engan ilmu-ilmu Dien yang diwajibkan bagi setiap individu muslim an muslimah sebagai langkah awal untuk membangun peradaban umat i masa yang akan datang.
Allahu alam


Documentation

1505222_810757125648915_7489215571888057190_n

IMG-20141103-WA0001

IMG-20141102-WA0010

IMG-20141102-WA0013

 

 

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *