VIDEO – Dialog Ilmiah (Tela’ah Kritis Menanggapi Tulisan Mahmud Suyuti)

Dialog Ilmiah Syar’iyah

qqq

(Terbuka UMUM!!!)
Dengan Tema:
“Ketika Sunnah-sunnah yang mulia, Mereka Pertanyakan”
(Studi Kritis Menaggapi Tulisan Tangan Mahmud Suyuti)
aaaaaa

Dialog Ilmiah Syar’iyyah dengan tema “Ketika Sunnah-sunnah yang mulia, Mereka Pertanyakan”, berhasil terselenggara pada hari Ahad (19/10/14). Acara berlangsung di lantai 1 rektorat Unhas dengan panitia UKM LDK MPM Unhas.
Sebagai panelis Mahmud Suyuti  yang merupakan penulis aktif di kolom opini Koran Tribun Timur dengan tulisan yang cukup menarik perhatian publik seperti “Cadar Bukan Pakaian Muslimah” terbit Jum’at 10 Oktober 2014, “SCTI : Sarung Celana Tinggi dan Isbal” terbit Jum’at 19 September 2014, “Jenggot Bukan Sunnah Rasul” terbit Jum’at 29 Agustus 2014. Mahmud Suyuti ditemani oleh Muhammad Yusran Ansar, seorang da’i aktif di Makassar dengan jumlah jamaah yang tidak pernah sepi jika ada Seminar, Majelis Ilmu, Tabligh Akbar, maupun Pengajian Umum. Seorang penulis dengan karya ilmiyah Arab maupun bahasa Indonesia, menerjemahkan beberapa buku, dan aktif sebagai dosen di berbagai universitas di dalam maupun luar negeri.
Panelis lainnya adalah Ketua Pemuda Ansar Sul-Sel dan berpengalaman di organisasi Nahdatul Ulama. Dan Sebagai Dosen aktif di Perguruan Tinggi yang ada di Sulawesi. Dialog ini terlihat diikuti sebagian besar Mahasiswa dan dari beberapa organisasi Islam. Sepanjang diskusi berlangsung dengan khidmat meskipun suasana panas di ruangan karena peserta membludak, dan meluber sampai keluar area parkir rektorat Unhas. Acara dimulai lebih lambat dari jadwal karena Mahmud Suyuti tiba di ruangan diskusi ilmiyah tersebut pukul 09.37 WITA, terlambat lebih 1 jam dari jadwal yang dibagikan panitia.
Setelah Ustadz Suyuti menyampaikan alasan dengan kerangka berpikir logisnya mengenai 3 tulisannya yang di muat di salah satu koran terbesar yang beredar di Makassar tersebut, kemudian di tanggapi kritis dan ilmiyah oleh Ustadz Yusran, yang menyayangkan Ustadz Suyuti  yang dikenal seorang peneliti hadits dan menjabat sebagai kepala laboratorium hadits Universitas Islam Makassar, menulis, mengutip dan mengambil kesimpulan tanpa menggunakan khaidah berpikir ilmiyah sebagai seorang penjaga perkataan Rasulullah Muhaammad.Disesi pertanyaan oleh peserta, 3 penanya memborbardir Ustadz Suyuti dengan pertanyaan tentang pernyataan-pernyataannya sendiri di diskusi tersebut. Seperti “Mengatakan Umar dan Abu Bakar pernah melakukan zina di zaman jahiliyah mereka”, “Muslimah Muhammadiyah tidak bercadar” padahal jelas di halaman belakang Buku Kisah Buya Hamka yang ditulis oleh Irfan Hamka, dan “menyimpulkan sesuai boleh beda, karena metode yang dilakukan juga beda.” Meskipun beda dengan kebanyakan pemahaman professor atau seorang ahli. Mahmud Suyuti, di setiap jawabannya selalu berpacu pada pengalaman di pesantren dan lingkungannya di Nahdatul Ulama.
Diakhir acara, Ustadz Suyuti menyimpulkan Sekiranya suatu saat ada yang menimbulkan kontrofersi, maka siap untuk klarifikasi karena semua penulis tahu dalam mengirim e-mail (tulisan) biasanya ada refisi dari tim redaksi, karena punya hak. Sehingga judul biasa dirubah oleh pihak tribun. Kemudian Ustadz Yusran mengajak untuk memperhatikan sunnah Rasulullah karena dapat mengusik pencinta sunnah, dan Alhamudulillah telah bertemu langsung dengan Mahmud Suyuti dan menyampaikan alasan-alasannya, dan Ustadz Yusran mengajak untuk berbaik sangka bahwa judul-judul yang provokatif itu bukan judul dari bahasa beliau namun biasanya muncul dari isi makalah dengan mencari kata-kata untuk menarik perhatian. Mengutip Rasulullah berhati-hati dari setiap ungkapan kita karena mungkin kita anggap enteng yang bisa menjadi persoalan besar bagi kita di hari kiamat kelak, kemudian mengajak untuk cinta sunnah dan perhatikan sunnah Rasulullah, serta bisa menghargai pendapat ulama-ulama yang bisa ditolerir.
“Kita akan tampil dan tak diam kapan jika tidak sesuai dengan hukum-hukum jika tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Ulama-ulama kita”, tegas Ustadz Yusran. Ustadz Yusran juga mengajak untuk  meneliti kembali apalagi Ustadz Suyuti adalah merupakan kepala laboratorium hadits.
Acara tersebut ditutup setelah salah senior Suyuti saat nyantren memberikan nasihat, agar ketinggian ilmu tidak membuat kita sombong, dan dilanjutkan dengan membacakan sebuah buku yang berjudul arab yang berarti “Berjanggut itu apa alasannya”. Alasannya yaitu:
1. Ketaaatan pasda Allah
2. Fitrah Insaniah
3. Gambaran kelaki-lakian, dan kejantanan.
4. Perhiasan dan Kemuliaan laki-laki.
5.Jalannya orang beriman.
6. Ciri Khas Orang beriman
7. Sunnah Rasulullah.
Kembali kebenaran adalah sebuah kewajiban, karena itu bukanlah merupakan kehinaan.
Wallahu a’lam.
Sumber:
http://www.islamedia.co/

Untuk Mendengarkan Rekaman silahkan klik di sini

Streaming Via Ummat TV (matikan radio dibawah)

Documentation

xczcz
Pelaksana
539830_330437597042801_1769283746_n_2

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *